PENGURUS DAN KARYAWAN

Duduk dari Kiri ke Kanan : SYUKRAN (Sekretaris), H. Idrus (Ketua), Makrip (Bendahara), H. A. Rahim Sayuti (Pengawas) Berdiri dari Kiri ke Kanan : ZUL, SAHAB, IDA, IRA, YUS, ENA, ENY, ANG, ATIN, ATUN, AS, IYAN, IBAH, NOOR, DUH, AGUS

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KE XVII

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 09 Februari 2011

Di China, Investor seperti Dewa

”Di sini ada dua yang ditakuti, yaitu polisi dan investor asing. Persoalannya, warga takut sama polisi. Sementara jika warga ada masalah dengan investor asing, warga memilih mengalah karena merasa polisi pasti akan membela pengusaha,” kata Iskandar Tanuwidjaya, Direktur Utama Great Orient Chemical (Tai Cang) Co Ltd di Shanghai.

Iskandar adalah warga Indonesia yang sudah 11 tahun bekerja di China. Ini adalah kisah serupa yang juga pernah diutarakan seorang investor asal Taiwan saat Kompas berkunjung ke China tahun 2004. Pernyataan positif para pengusaha tak kunjung berhenti.

”Itu benar, sepanjang Anda bisa membawa keberuntungan dan jangan terlibat politik, China adalah lahan investasi menarik. Mereka melayani dengan baik,” kata Kepala Perwakilan Garuda di China Pikri Ilham K, yang sudah sembilan tahun bertugas di sana.

George Gozalie, Manajer Pembelian dari Dephaner, importir sarang burung walet dari Indonesia juga sependapat. ”Saya punya kenalan pengusaha asing di sini yang ditipu sebesar Rp 70 juta. Saat berurusan dengan polisi, si penipu langsung dikenai tindakan,” kata George, yang juga sudah lama tinggal di China. Ia juga tengah belajar di sebuah universitas di Chongqing.

Iskandar bertutur, terutama di awal-awal reformasi, para pejabat pemerintah daerah (pemda) seperti berebutan mendekati pengusaha. ”Intinya, yang ada di pikiran pemda lokal, bagaimana agar aktivitas perekonomian di daerahnya berkembang,” kata Iskandar, yang pernah ditunjuk langsung oleh seorang wali kota untuk memimpin sebuah organisasi bisnis.

Bukan itu saja, pemda-pemda di China, yang memang berpacu untuk saling memajukan daerahnya, sudah siap dengan program-program pembangunan daerah yang akan ditawarkan sebelum bertemu dengan pengusaha. Pemda di China, misalnya, sudah mendirikan beberapa lokasi industri sesuai dengan kategori sektor industri. Para pengusaha tinggal memilih. ”Mereka siap dengan program dan konsep pembangunan daerahnya. Bahkan, ada kasus, sebuah pagar bagi perusahaan sengaja dibangun pemda setempat,” ujar Iskandar.

Dasar pemikiran pejabat pemda di China, jika kegiatan perekonomian daerah berkembang, pemerintah akan mendapatkan pajak. Bisnis yang dijalankan investor asing akan melahirkan serangkaian kegiatan ekonomi lainnya. Jika investor hadir, akan lahir industri perhotelan, hiburan, makanan, transportasi, dan kegiatan ekonomi lainnya.

Kedatangan investor asing juga menjadi kriteria utama bagi kenaikan pangkat para pejabat di China. Tidak heran jika seorang pejabat bisa menjemput langsung tamu asing di bandara.

”Anak emas”

Kini, China sedang mendorong kedatangan investor berteknologi tinggi, teknologi ramah lingkungan, teknologi informasi, pendorong inovasi. ”Perusahaan saya tergolong sebagai perusahaan berbasis teknologi tinggi, dan saya mendapatkan fasilitas pembebasan pajak,” kata Frederic Montier, Manajer Umum Bull Information Systems, sebuah perusahaan teknologi informasi asal Perancis.

”Saat mendapatkan pembebasan pajak itu, saya tidak perlu mengisi berbagai formulir dan mendatangi kantor perpajakan. Pengembalian pajak yang dibebaskan itu akan otomatis masuk ke rekening perusahaan tepat pada waktunya,” kata Montier.

Investor kategori ini memang menjadi anak emas. Namun, perusahaan asing yang bisa memahami cara bergaul dan paham dengan guangxi (perkawanan) tetap mendapatkan layanan yang mirip dengan penumpang kelas satu maskapai penerbangan.

Jack Leblanc, eksekutif asal Belgia, sudah 22 tahun tinggal di China. Ia sependapat dengan semua itu. Namun, ia mengingatkan, ada juga kasus di mana pengusaha asing tertipu. ”Hal yang paling tidak saya sukai dari peliputan media, mereka menulis keadaan yang baik-baik saja. Saya tidak membantah, tetapi jangan lupa, ada juga kasus negatif,” kata Leblanc, yang menulis buku berjudul Business Republic of China: Tales from the Front Line of China’s New Revolution.

Leblanc mengingatkan, ada sejumlah pengusaha yang menjalankan bisnis mirip aksi petualangan dan tak sedikit yang rugi, bahkan tertipu. Leblanc mengingatkan bahwa para investor harus tahu kiat-kiat bisnis agar tidak mengalami hal itu.

Meski demikian, data investasi China menunjukkan arus investasi asing yang masuk ke China sudah mencapai 100 miliar dollar AS pada tahun 2010. Ini adalah rekor yang tidak pernah dicapai negara berkembang lain.

Ekonom dari Universitas Zhejiang, Dr Yan Jianmao, di Hangzhou menegaskan, kemajuan ekonomi China memang terutama didorong oleh keberadaan investor asing. Bagi kalangan di China, melayani asing adalah standar. Bagi mereka, asing membawa manfaat ekonomi dan selayaknya dilayani.
[Sumber : Kompas]

Inilah Filosofi Bisnis Orang Tionghoa

Masyarakat Tionghoa di Indonesia terkenal jago berbinis. Pada umumnya, bisnis mereka tergolong berhasil. Lantas, apa yang membuat bisnis mereka sukses?

Seorang pengusaha Tionghoa, Nyoto Suhardjoyo, mengatakan, kiat bisnis seorang Tionghoa sangat bertalian dengan filosofi atau gaya hidup mereka. Dalam berusaha, kata Nyoto, orang Tionghoa cenderung rajin dan ulet.

"Contohnya, perantau China yang ada di mana-mana, saat merantau tidak membawa apa-apa, hanya baju dan celana, tetapi kerap akhirnya berhasil? Karena rajin," katanya dalam pameran "Gerakan Kewirausahaan Nasional", Jakarta, Kamis (3/2/2011).

Selain itu, pengusaha Tionghoa, lanjut Nyoto, senantiasa hidup sederhana dan hemat. Mereka memegang peribahasa "Liang Ru Er Chu" yang artinya pengeluaran disesuaikan dengan pemasukan.

Pengusaha China pun, lanjut Nyoto, selalu berusaha menjaga kepercayaan pelanggan ataupun rekan bisnisnya. "Kepercayaan, itu modal untuk dijaga. Kalau seseorang tanpa kepercayaan, kariernya habis. Apalagi dalam perdagangan," katanya.

Terakhir, menurut Nyoto, yang menjadi kunci sukses orang Tionghoa dalam berbisnis adalah menggunakan kebaikan hati atau jujur.

Selasa, 08 Februari 2011

5 Bank RI Masuk 500 Merek Bank Dunia

Sebanyak lima bank Indonesia masuk dalam daftar 500 Merek Bank Paling Bernilai Sedunia 2011 alias The World’s 500 Most Valuable Banking Brands 2011. Posisi pemuncak daftar yang dirilis oleh perusahaan konsultan merek Brand Finance ini adalah Bank of America dengan nilai merek mencapai 30,619 miliar dollar AS.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menempati peringkat teratas untuk perbankan Indonesia dan satu-satunya merek bank Indonesia yang masuk 200 besar, di posisi 195 dengan brand value senilai 682 juta dollar AS.

Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali mengatakan, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari semua jajaran pekerja dan manajemen Bank BRI. “Prestasi yang membanggakan bagi kami. Banking brand BRI makin dikenal luas di seluruh dunia,” sebut Ali.

Adapun 4 bank lainnya yang masuk ke dalam daftar ini adalah Mandiri di peringkat ke-208, disusul PT Bank Central Asia Tbk (225), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (226), serta PT Bank Danamon Tbk (311).

Peringkat bank-bank Indonesia ini masih kalah dengan bank-bank dari negeri tetangga seperti Malaysia yang menempatkan CIMB di posisi 106 dan Maybank (118), serta Singapura yang menempatkan UOB (124) dan OCBC Bank (146).

Brand Finance merupakan konsultan penilai merek dunia yang membantu banyak perusahaan papan atas dunia memaksimalkan merek dan aset tidak terlihat lainnya (intangible assets).

[Source : Kompas]

Rabu, 19 Januari 2011

Monitoring Keuangan, Polri Teken MoU dengan BPK

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengembangan dan pengelolaan sistem informasi keuangan.

Ketua BPK Hadi Purnomo mengatakan, MoU ini diperuntukan untuk pengelolahan sistem informasi akses data Polri dalam pemeriksaan, pengelolaan, serta tanggungjawab keuangan negara.

"Ini upaya untuk mengurangi KKN secara sistemik, supaya monitoring dan data kuat, untuk mengoptimalkan penerimaan negara, mengoptimalkan efisiensi pengeluaran dan mengoptimalkan tindak lanjut temuan BPK," kata dia dalam sambutannya di depan peserta Rapim Polri 2011, di Aula PTIK, Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Tak hanya dengan Polri, Hadi juga mengaku sudah malakukan hal yang sama dengan lembaga Pemerintah lainnya termasuk kantor perwakilan BPK di beberapa negara.

Dia berharap pusat data yang ada di BPK bisa bekerjasama dengan lembaga negara lainnya.

Dalam penandatanganan MoU itu, Polri diwakili oleh Wakapolri Yusuf Manggabarani sementara BPK diwakili Sekjen BPK Hendar Ristriawan.
[Source : Okezone]

Sabtu, 30 Oktober 2010

Cara Bijak mengelola THR

Meskipun Hari Raya sudah lewat, tidak ada salahnya kita membahas Tunjangan Hari Raya yang sudah kita terima.
Biasanya perusahaan-perusahaan membagikan THR kepada karyawannya.

Bagi Anda yang akan menerima THR, jangan lupa, bahwa THR perlu dikelola secara bijak. Bila tidak, maka uang THR akan menguap dengan mudahnya.

Bagaimana cara mengelola THR? Terlebih dahulu Anda membuat daftar kewajiban yang akan Anda bayar. Urutkanlah berdasarkan prioritas atau yang terpenting bagi Anda. Berikut adalah beberapa pos pengeluaran yang biasanya berkaitan dengan THR:

1. Sisihkan dulu kebutuhan membayar zakat, sedekah atau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.
2. Jangan lupa bahwa dalam pengelolaan keuangan, selalu sisihkan 10% dari pendapatan untuk ditabung.
3. Bila Anda hendak mudik, siapkan anggaran untuk membayar ongkos transportasi Anda. Perkirakan ongkos mudik di hari raya lebih mahal daripada hari biasa.
4. Siapkan pula uang saku yang dapat Anda gunakan untuk berbelanja di hari raya nanti.
5. Sediakan sejumlah uang untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga.
6. Bila Anda memiliki hutang, Anda dapat menggunakan THR untuk membayar hutang Anda.

Buatlah rencana yang matang mengenai pos-pos pengeluaran yang akan Anda biayai menggunakan THR. Kemudian gunakanlah THR Anda sesuai dengan rencana. Maka Anda akan mendapatkan manfaat yang optimal dari THR Anda.

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H bagi yang merayakan. Dalam mengelola KeuanganPribadi.com, tentunya saya sendiri juga tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan. Saya mohon maaf bila selama ini ada tulisan ataupun perbuatan saya yang kurang berkenan di hati Anda.