PENGURUS DAN KARYAWAN

Duduk dari Kiri ke Kanan : SYUKRAN (Sekretaris), H. Idrus (Ketua), Makrip (Bendahara), H. A. Rahim Sayuti (Pengawas) Berdiri dari Kiri ke Kanan : ZUL, SAHAB, IDA, IRA, YUS, ENA, ENY, ANG, ATIN, ATUN, AS, IYAN, IBAH, NOOR, DUH, AGUS

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KE XVII

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Gaji naik turun, gak perlu manyun

Uang memegang peranan penting dalam urusan duniawi. Tak sedikit yang mengatakan uang adalah segala-galanya, karena dengan memiliki uang melimpah kita bisa membeli semuanya, bahkan mengatur hidup orang lain.

Hidup bahagia dengan uang. Namun, tak semua pandangan itu benar. Ada pula, orang yang memiliki uang melimpah, namun hidupnya tetap saja tak bahagia. Di satu sisi, ada juga orang yang memiliki uang pas-pasan, tetapi menikmati hidup dengan suka cita.

Setiap orang memiliki berbagai cara untuk memperoleh uang. Ada yang bekerja keras, menjadi seorang wiraswasta, atau menipu orang lain. Cara terakhir tak mungkin kita terapkan, karena bertentangan dengan norma sosial.

Bekerja atau membuka usaha menjadi satu cara memperoleh uang atau pendapatan. Akan tetapi, persoalan kembali muncul, saat kebutuhan hidup kian pendapatan yang kita peroleh tak lagi mencukupi.

Perencana keuangan dari Shildt Financial Planning Risza Bambang mengatakan kerap kali orang tak mampu mengukur diri memenuhi kebutuhan hidup, karena tidak mampu menghitung posisi aset yang dimiliki saat itu.

“Makanya saya sering sebut, orang yang memiliki uang banyak tetapi utangnya juga menumpuk, pada dasarnya dia bangkrut. Utang itu bukan harta, karena pembayarannya yang bisa dicicil seolah bisa dianggap harta,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia memberi masukan kepada masyarakat yang memiliki pendapatan tetap maupun yang tingkat pemasukannya naik turun setiap bulan, agar benar-benar mengetahui posisi keuangan yang dimiliki saat ini.

Langkah berikutnya, menetapkan tujuan keuangan, misal mulai mempersiapkan biaya pendidikan anak. Nominal yang disiapkan harus terukur dengan melakukan hitung-hitungan kotor, taruhlah kebutuhan pendidikan anak Rp20 juta.

“Jangan sekali-kali mempunyai pola pikir kita bekerja hanya untuk mencari makan, karena orang hidup harus memiliki tujuan,” katanya.

PENDAPATAN TIDAK TETAP

Nah, masalah yang biasanya dihadapi orang yang pendapatannya tidak tetap adalah kekurangan dana. Suatu saat pendapatan sebulan tinggi, karena target penjualan terpenuhi sehingga tak masalah dengan kebutuhan yang harus dicukupi.

Kadang pula, pendapatan bulanan itu tiba-tiba turun drastis. Menghindari hal ini, dia menyarankan melakukan proyeksi tertulis dan membuat pembukuan, sehingga apa yang dibutuhkan dapat dipersiapkan dananya.

Sebagai contoh, sebuah keluarga saat ini memiliki dana pendidikan anak sebesar Rp5 juta, namun untuk kebutuhan pendidikan anak lebih tinggi lagi pada 2015 dibutuhkan dana Rp20 juta.

Melihat selisih Rp15 juta tersebut, dia harus mempersiapkan dana untuk empat tahun kedepan sebesar Rp15 juta.

Dengan demikian kita mengetahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan secara keseluruhan, kapan dana tersebut digunakan, bagaimana cara mengumpulkan dananya, kemana dana tersebut akan diinvestasikan, serta bagaimana mengantisipasi risiko-risiko yang berpotensi muncul.

"Jangan melakukan cara-cara lain yang tidak terdapat dalam rencana. Misalnya nih, lagi pergi belanja. Kebutuhan yang tertulis di daftar beli barang A, namun pada kenyataannya membeli barang B. Jangan sampai terjadi,” jelasnya.

Hal ini merupakan penyimpangan dalam perencanaan keuangan, sehingga bisa membuat apa yang dibutuhkan tertunda untuk terbeli atau bisa sebaliknya malah tidak jadi terbeli.

Terakhir, memastikan seluruh rencana keuangan berjalan sesuai alur yang disusun. Dengan demikian, saat muncul selisih dari rencana yang disusun atau terdapat kesulitan dapat segera ditemukan, sehingga langkah perbaikan menjadi lebih tepat berdasarkan data yang akurat.

Arya Permadi dari One Consulting menambahkan prioritas mengelola keuangan yang harus diperhatikan adalah menempatkan pos pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak rutin.

Pengeluaran rutin dapat dirunut dari mulai cicilan utang yang bersifat jangka pendek hingga yang sifatnya jangka panjang. “Cicilan jangka pendek karena biaya keterlambatan cicilan umumnya lebih tinggi dibanding yang lain,” katanya.

Selain itu, pos pengeluaran rutin mencakup biaya sekolah anak, mulai dari biaya kursus, operasional rumah tangga, dan lain-lain.

Adapun untuk pos pengeluaran tidak rutin, mencakup pengeluaran yang bisa ditunda dan tidak menimbulkan efek apapun pada aktifitas sehari-hari, seperti membeli pakaian, berlibur, atau nonton.

Mengatur keuangan bukan berarti pelit, tetapi mendisiplinkan gaya hidup agar tetap bahagia.

[Source : bisnis.com]

Sabtu, 31 Desember 2011

Team Work


Seperti lidi, lalu semakin lama semakin menyatu dan membentuk sebuah sapu lidi yang dapat digunakan untuk membersihkan kotoran dari yang kecil sampai yang besar. Itu adalah sebuah analogi dari teamwork. Dalam mencapai sebuah goal dibutuhkan kerjasama yang kuat dalam sebuah proses besar, dibanding persan secara individual. Dalam sebuah team tidak jarang individu mengundurkan diri sebab mereka sudah tidak lagi dapat bekerjasama dalam sebuah team. Kepentingan individu harus dikesampingkan demi tercapainya tujuan team. Olehnya itu dalam membangun sebuah team, individu tersebut harus mempunyai mempunyai visi dan misi yang sama.

1. Leader merupakan salah satu sosok yang menakodai teamwork. Segala pengambilan keputusan diserahkan kepada seorang leader.

2. Rasa saling percaya adalah komunikasi yang harus ditumbuhkan dalam suatu team untuk membangun team yang solid. setiap individu team akan terpacu dengan tugas-tugas mereka, sebab kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya dihargai secara propesional. Rasa saling percaya dapat mengilangkan penilaian individu secara sebelah mata terhadap individu lain dalam team.

3. Kuantitas bukanlah alasan utama menghatarkan team kepada pintu kesuksesan, tetapi pada dasarnya kualitas team lebih berperan utama. Kualitas suatu team dapat dilihat dari tingkat etos kerja dan partisipasi aktif anggota team tersebut.

Jadi bisa dibilang bahwa teamwork menjadi salah satu kunci penentu ke arah masa depan.


Rabu, 28 Desember 2011

Satu Kesempatan, Satu Jawaban : Ya atau Tidak

“kesempatan” satu hal yang paling dinanti orang.


ada 3 tipe manusia yang memandang sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin dikatakan:
Quote:
1. Orang yang lemah, menunggu kesempatan

bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang. Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah…. Ini memang nasibku.
Quote:
2. Orang yang kuat, menciptakan kesempatan

bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.
Quote:
3. Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan

bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.
memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, tapi sebaliknya kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.

Segera beri jawaban “ya” untuk mencoba kesempatan yang ada. Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti.


[Source : haxims.blogspot.com]

Sabtu, 24 Desember 2011

Jangan Ada yang Miskin Di Atas Gundukan Gunung Emas

Jangan ada yang miskin di atas gundukan gunung emas. Kalimat ini kami cuplik dari percakapan ringan kami bersama salah satu staf ActionCoach di Jakarta beberapa waktu lalu. Percakapan itu bermula ketika kami mendiskusikan tentang geliat kewirausahaan di Indonesia yang semakin tumbuh subur, dan memberikan harapan untuk makmur sebagai bekal bangsa ini untuk sejahtera.

Kini geliat kewirausahaan tidak lagi didominasi suku tertentu, atau sekelompok orang tertentu, jaringan bisnis tertentu, atau keturunan trah tertentu, seperti yang terjadi di tahun 80an. Kewirausahaan telah menjadi gerakan nasional, dan menjadi pilihan yang tepat bagi bangsa ini untuk menuju bangsa yang sejahtera di masa mendatang.

Seperti yang diungkap teman saya tadi, kita masih terlena dengan banyaknya sumberdaya alam yang menjadi kekayaan bangsa kita, tetapi lupa memberdayakannya secara optimal. Sehingga, ibarat hidup, kita masih tergolong bangsa yang miskin, justru rumah kita berdiri di atas gundukan emas. Kita juga, bahkan, sering merasa kelaparan di lumbung padi yang berdiri di hamparan sawah yang luas. Sebuah paradoks yang sangat sulit bisa dimengerti oleh akal sehat.

Setelah diurai, ternyata kata kuncinya ada di kewirausahaan itu tadi. Semangat kewirausahaan (entrepreneurship spirit) bangsa kita tergolong jauh tertinggal dengan bangsa lain. Lemahnya jiwa kewirausahaan menjadikan bangsa ini tidak berkutik menciptakan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki. Alhasil bangsa lain lah yang menikmatinya. Lihat saja fenomenanya ! Lebih banyak mengekspor bahan baku mentah ke negara lain, malas menciptakan inovasi baru dan nilai tambah, serta sebagian besar kehidupan (masyarakatnya) sedang menuju kehidupan yang hedonisme.

Beruntung dalam lima tahun terakhir banyak momentum yang membuat kita sadar bahwa hanya bangsa yang memiliki kewirausahaan tinggi yang akan mampu mengantarkan rakyatnya menuju gerbang kesejahteraan.

Jepang, Korea, China sudah membuktikannya. Negara tetangga terdekat seperti Singapura, juga jadi contoh betapa jiwa kewirausahaan masyarakatnya begitu ditumbuhkan di negeri ini. Karena mereka sadar, tanpa kewirausahaan, sebagai negara, mereka akan mati.

Pertanyaannya, bekal apa yang harus ditumbuhkan agar kita menjadi bangsa yang berkewirausahaan tinggi? Ternyata jawabannya adalah : keberanian kita, bangsa ini, untuk menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berani dan tidak takut gagal. Takut gagal adalah sifat-sifat bangsa pecundang, dan kesuksesan hanya milik orang-orang yang berani.

Dalam berwirausaha, pendidikan bukanlah hal yang terpenting, tetapi diukur dari keberaniannya bersikap menghadapi segala risiko, jeli menangkap peluang, serta mampu menciptakan nilai tambah. Karena itu, sangat menggembirakan, kini banyak berdiri komunitas kewirausahaan, buku-buku, majalah, acara radio, siaran TV, hingga seminar dan workshop yang rutin diselenggarakan yang membahas kewirausahaan.

Sekolah-sekolah, Perguruan tinggi akan ditinggalkan siswa dan mahasiswanya jika mengabaikan kewirausahaan sebagai roh yang harus diajarkan. Birokrasi yang tidak memiliki dan menjalankan prinsip-prinsip kewirausahaan, dianggap sebagai birokrasi yang usang, dan harus ditinggalkan.

Bangsa ini harus belajar tentang ketekunan, kesabaran, selalu berfikir optimistis, serta memiliki kemauan yang keras untuk sukses dan maju.

Apa jadinya bangsa ini jika mampu mempercepat menjadi bangsa yang memiliki sikap kewirausahaan yang tinggi? Lima tahun mendatang kita tidak lagi menjadi bangsa miskin, juga tidak ada kelaparan, juga bukan menjadi bangsa congek yang hanya dapat mengekspor TKI.