PENGURUS DAN KARYAWAN

Duduk dari Kiri ke Kanan : SYUKRAN (Sekretaris), H. Idrus (Ketua), Makrip (Bendahara), H. A. Rahim Sayuti (Pengawas) Berdiri dari Kiri ke Kanan : ZUL, SAHAB, IDA, IRA, YUS, ENA, ENY, ANG, ATIN, ATUN, AS, IYAN, IBAH, NOOR, DUH, AGUS

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KE XVII

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menarik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

Trik Pasar Swalayan Menguras Kantong Anda

Hal ini dilakukan tanpa anda sadari. Berikut adalah trik atau tips yang dilakukan pengelola pasawar swalayan dalam menggerus isi kantong anda. Silahkan disimak!

5. Merubah letak barang-barang secara berkala


Anda datang dengan daftar belanjaan… Itulah yang paling ditakuti para pengelola pasar swalayan. Tp ternyata mereka tidak kekurangan akal. Rotasi saja letak rak-rak secara berkala. Hal ini akan membuat anda harus mencari letak barang yang anda beli, saat anda mencari barang yang anda beli tentu saja anda juga harus melewati barang-barang lain, di sinilah pikiran anda mulai memanipulasi anda untuk membeli barang yang tidak anda perlukan karena terpengaruh tulisan “disc” dan “buy 1 get 1”

4. Memperbesar budget Anda

Anda datang dengan batasan tertentu “Hari ini saya Cuma boleh belanja Rp 300.000,00”, namun tentu saja anda tidak mungkin hanya membawa Rp 300.000,00 kan? Bahkan pada umumnya pembeli juga membawa ATM atau kartu kredit.

Bagaimana cara memperbesar budget anda? Ternyata mudah.. Gunakan harga yang tidak pas seperti Rp 12.890,00. Saat kita melihat satu harga seperti ini kita akan langsung sadar bahwa sebenarnya harganya adalah Rp 13.000, rupiah. Namun dengan banyaknya barang yang anda beli (dan seringkali untuk satu jenis tidak hanya satu), secara tidak sadar ketika menjumlahkannya anda akan membulatkannya menjadi Rp 12.000,00. Dan jangan heran ketika anda membayar anda kaget karena uang anda menjadi kurang.

3. Ubin ukuran 30 x 30

Mungkin anda sudah pernah berkunjung ke Ma**o ataupun Af**, harga mereka bersaing, pengunjungnya dulu juga banyak, tetapi mengapa mereka merugi? Jawabannya ada pada ubin mereka. Mereka menggunakan cor semen polos untuk lantai mereka. Hal ini menyebabkan para pengunjung yang berkunjung secara tidak sadar berjalan dengan cepat. Berbeda dengan pesaingnya semacam Hyper***, mereka menggunakan ubin ukuran 30×30, menurut riset inilah ukuran yang paling tepat untuk membuat para pengunjung memperlambat langkah mereka dan menengok kanan kiri, para pengunjung akan memperlambat langkah mereka karena mereka secara tidak sadar mengalami guncangan-guncangan karena roda troli mereka melewati sambungan ubin.

2. Tidak semua kasir aktif

Ini juga trik cerdik mereka. Dengan jumlah kasir yang sedikit akan mulai terjadi antrian, biasanya pengelola pasar swalayan mempunyai pedoman bahwa panjang antrian harus sejumlah 7-9 orang. Jumlah antrian ini akan membuat pengunjung merasa pusat perbelanjaan tersebut adalah pusat perbelanjaan yang ramai. Selain itu sambil mengantri mereka juga akan melihat-lihat etalase di samping kasir, antrian ini memperbesar kemungkinan mereka untuk membelinya.

1. Memajang snack dan permen di samping kasir

Ini trik tercerdik. Para pengelola memasang snack dan makanan kecil di samping kasir setinggi mata anak balita. Balita yang ikut mengantri dengan orangtua tentu akan sangat tergoda dan meminta kepada orangtuanya untuk dibelikan snack tersebut.

[Source : beritaunik]

Jumat, 23 Desember 2011

Perencanaan Masa Depan


Mengapa Perlu Perencanaan Masa Depan?

Saya baru saja bertemu dengan seorang teman ketika masih sama-sama muda 30 tahunan, baru memiliki seorang anak yang berusia dua tahun dan kami bekerja di perusahaan yang sama. Tidak lama kemudian terjadilah krisis ekonomi nasional di tahun 1998, jadi kami menerima pesangon dari perusahaan. Lucunya, kita berdua dipanggil kembali bekerja di perusahaan yang sama ketika situasi ekonomi sudah membaik. Anehnya, hal serupa terulang 10 tahun selang kemudian dan kami menerima pesangon + dana jamsostek kali ini.

Luar biasanya, kita bertemu lagi di perusahaan sama kemarin tapi pada posisi yang berbeda. Saya sudah mandiri dengan menjalankan jasa konsultan perencanaan masa depan, menjadi seorang Perencana Keuangan dan trainer bahasa Mandarin & bahasa Inggris untuk membantu banyak orang bersaing karena pasar bebas AFTA akan masuk ke Indonesia tahun 2015; temanku kebetulan dipanggil kembali untuk membantu perusahaan dengan status temporer. Syukurnya dia sudah memiliki binis kecil-kecilan.

Renungan Untuk Perencanaan Masa Depan

Nah, teman, berdasarkan pengalaman kisah nyata diatas, mari saya ajak Anda untuk merenungkan diri Anda sendiri :

1. Sudah berapa lama Anda bekerja?

2. Berapa banyak tabungan yang sudah Anda miliki pada saat ini?

3. Seandainya Anda kena rasionalisasi / PHK, berapa banyak pesangon atau dana jamsostek yang akan Anda terima?

4. Berapa lama Anda dan atau keluarga dapat bertahan hidup dengan uang pesangon maupun dana jamsostek sampai Anda mendapat pekerjaan kembali?

5. Berapa usia Anda ketika mimpi buruk itu datang dan terjadi, dan apakah Anda yakin bisa mendapatkan pekerjaan baru di tempat baru dengan tingkat gaji serta kesejahteraan yang sama?

6. Apabila Anda sampai tidak bisa mendapatkan pekerjaan baru hingga 1-3 tahun, sementara uang pesangon dan jamsostek hampir habis, apa yang akan Anda atau keluarga lakukan untuk dapat bertahan hidup? Bagaimana nasib pendidikan anak Anda?

7. Jika Anda ingin belajar usaha, apakah Anda sudah siap dengan segala resiko kehilangan uang pesangon dan atau dana jamsostek apabila bisnis gagal?

TIPS RENCANAKAN MASA DEPANMU

rencanakan-masa-depanmu

1. Dapatkah Anda kehilangan 80% – 90% dari penghasilan Anda ketika usia sudah lebih dari 30 atau 40 tahun?

2. Dapatkah Anda menabung 10% – 20% dari penghasilan Anda demi menyelamatkan kemungkinan situasi no.1?

3. Jika saya dapat menunjukkan bagaimana 10% – 20% dapat melindungi 90% dari penghasilan Anda, apakah Anda tertarik?

4. Dan jika saya dapat berbagi cara bagaimana caranya mendapatkan bonus setiap tahun serta cara bagaimana caranya mempersiapkan diri untuk mandiri di kemudian hari, apakah Anda tertarik?

Jika ya, saya akan senang untuk berbagi dengan Anda bagaimana merencanakan masa depan Anda.

Amati bagaimana waktu berlalu demikian cepat, jadi jangan sia-siakan masa muda + kesehatan + pekerjaan Anda saat ini yang sedang masih baik (= kekayaan untuk diolah tepat & cerdas).

Rabu, 09 Februari 2011

Cabai China Pun Menyerbu Indonesia

Sudah dua pekan terakhir cabai rawit merah impor dari China dan Thailand menyerbu pasar Jakarta dan sekitarnya. Para pedagang mencampur rawit impor yang harganya lebih murah dengan rawit lokal untuk menekan harga cabai, yang di pasar Depok mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Rum (50), Nuryanto (28), Rudy (29), dan Totok (25), pedagang yang ditemui di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/1/2011), mengatakan, serbuan rawit impor ke pasar induk sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.

Menurut mereka, harga rawit merah dari Thailand yang berukuran kecil Rp 55.000 per kg, sedangkan yang lebih besar Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Para pedagang cabai yang membeli rawit dari para pedagang besar di pasar induk mencampur rawit Thailand dengan rawit merah lokal yang harganya masih Rp 90.000 per kg. Dengan demikian, harga jual rawit merah oplosan di tingkat konsumen bisa ditekan.

Rudy dan Rum mengatakan, konsumen paling menggemari rawit merah lokal. Mereka lebih baik tidak makan rawit kalau rawitnya dari jenis lain, seperti rawit hijau dan rawit putih. Itu sebabnya, sejak harga rawit merah melambung, pasar rawit dari semua jenis melemah.

Untuk membangkitkan pasar rawit, para pedagang menengah dan pengecer kemudian mencampur rawit merah lokal dengan rawit merah Thailand yang berukuran kecil.

”Itu sebabnya, rawit caplak (rawit merah Thailand) yang kecil lebih mahal harganya daripada rawit caplak yang besar. Rawit caplak yang besar tidak bisa disamar dalam rawit merah campuran, sedangkan rawit caplak yang kecil bisa,” ujar Rudy.

Pedagang pengecer, Herianto (42), mengaku menjual rawit merah campuran seharga Rp 85.000 per kg. ”Saat ini jauh lebih menguntungkan berdagang rawit merah campuran,” katanya.

Pedagang cabai di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Sumiyatun, mengatakan, rawit merah China dijual Rp 60.000 per kg, sedangkan rawit merah lokal dijual Rp 80.000 per kg.

Di Pasar Kramat Jati, rawit hijau dari Wonosobo, Jawa Tengah, dijual Rp 35.000 per kg, sementara rawit putih (rawit berwarna krem kekuningan) dijual Rp 37.000 per kg.

Masih tinggi

Di Depok, kemarin, harga rawit merah mencapai Rp 120.000 per kg. Berdasarkan pengamatan Kompas, bentuk rawit merah ini sama dengan rawit merah Thailand dan China. Saat ditanya mengenai kemungkinan ini, para pedagang menjawab tak tahu. Meski demikian, mereka memastikan bahwa rawit merah itu produksi tanaman lokal.

Harga cabai rawit merah di Depok pada tiga hari sebelumnya masih mencapai Rp 90.000 per kg. Para pedagang pengecer tidak tahu apa pemicunya sehingga harga cabai rawit merah kembali melambung.

”Saya terpaksa menjual dengan harga ini karena harga dari bandar Rp 110.000 per kg,” tutur Wiji (38), pedagang bumbu di Pasar Depok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat, Senin.

Menurut Wiji, rawit merah yang dia jual itu kualitas super sehingga harganya tinggi. Hal itulah yang membuat Wiji tak berani menjual bahan pokok tersebut dalam jumlah besar. Dalam sehari dia hanya berani menjual 1 kilogram rawit merah.

Hanya berjarak kurang dari 1 kilometer, di Pasar Kemiri Muka, Depok, Senin sore, harga cabai rawit merah Rp 100.000 per kg. Pedagang Pasar Kemiri Muka, Anis (50), yang menjual 3 kg cabai rawit merah, mengaku, cabai yang dia jual dari kemarin belum juga habis.

Anis menjual rawit yang berbeda jenis dengan pedagang lain, tetapi harganya sama dengan harga cabai rawit merah. ”Saya tidak tahu ini cabai dari mana. Saya beli di sini (Pasar Kemiri Muka) dari bandar dan saya jual di sini juga,” kata Anis.

Harga rawit merah lokal di Pasar Cengkareng masih berkisar Rp 80.000 per kg. Adapun cabai merah keriting dijual Rp 50.000 per kg, turun dari semula Rp 58.000 per kg.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Cara Bijak mengelola THR

Meskipun Hari Raya sudah lewat, tidak ada salahnya kita membahas Tunjangan Hari Raya yang sudah kita terima.
Biasanya perusahaan-perusahaan membagikan THR kepada karyawannya.

Bagi Anda yang akan menerima THR, jangan lupa, bahwa THR perlu dikelola secara bijak. Bila tidak, maka uang THR akan menguap dengan mudahnya.

Bagaimana cara mengelola THR? Terlebih dahulu Anda membuat daftar kewajiban yang akan Anda bayar. Urutkanlah berdasarkan prioritas atau yang terpenting bagi Anda. Berikut adalah beberapa pos pengeluaran yang biasanya berkaitan dengan THR:

1. Sisihkan dulu kebutuhan membayar zakat, sedekah atau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.
2. Jangan lupa bahwa dalam pengelolaan keuangan, selalu sisihkan 10% dari pendapatan untuk ditabung.
3. Bila Anda hendak mudik, siapkan anggaran untuk membayar ongkos transportasi Anda. Perkirakan ongkos mudik di hari raya lebih mahal daripada hari biasa.
4. Siapkan pula uang saku yang dapat Anda gunakan untuk berbelanja di hari raya nanti.
5. Sediakan sejumlah uang untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga.
6. Bila Anda memiliki hutang, Anda dapat menggunakan THR untuk membayar hutang Anda.

Buatlah rencana yang matang mengenai pos-pos pengeluaran yang akan Anda biayai menggunakan THR. Kemudian gunakanlah THR Anda sesuai dengan rencana. Maka Anda akan mendapatkan manfaat yang optimal dari THR Anda.

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H bagi yang merayakan. Dalam mengelola KeuanganPribadi.com, tentunya saya sendiri juga tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan. Saya mohon maaf bila selama ini ada tulisan ataupun perbuatan saya yang kurang berkenan di hati Anda.

Kamis, 05 Agustus 2010