[Source : beritaunik]
Informasi Finansial
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Luar biasanya, kita bertemu lagi di perusahaan sama kemarin tapi pada posisi yang berbeda. Saya sudah mandiri dengan menjalankan jasa konsultan perencanaan masa depan, menjadi seorang Perencana Keuangan dan trainer bahasa Mandarin & bahasa Inggris untuk membantu banyak orang bersaing karena pasar bebas AFTA akan masuk ke Indonesia tahun 2015; temanku kebetulan dipanggil kembali untuk membantu perusahaan dengan status temporer. Syukurnya dia sudah memiliki binis kecil-kecilan.
Nah, teman, berdasarkan pengalaman kisah nyata diatas, mari saya ajak Anda untuk merenungkan diri Anda sendiri :
1. Sudah berapa lama Anda bekerja?
2. Berapa banyak tabungan yang sudah Anda miliki pada saat ini?
3. Seandainya Anda kena rasionalisasi / PHK, berapa banyak pesangon atau dana jamsostek yang akan Anda terima?
4. Berapa lama Anda dan atau keluarga dapat bertahan hidup dengan uang pesangon maupun dana jamsostek sampai Anda mendapat pekerjaan kembali?
5. Berapa usia Anda ketika mimpi buruk itu datang dan terjadi, dan apakah Anda yakin bisa mendapatkan pekerjaan baru di tempat baru dengan tingkat gaji serta kesejahteraan yang sama?
6. Apabila Anda sampai tidak bisa mendapatkan pekerjaan baru hingga 1-3 tahun, sementara uang pesangon dan jamsostek hampir habis, apa yang akan Anda atau keluarga lakukan untuk dapat bertahan hidup? Bagaimana nasib pendidikan anak Anda?
7. Jika Anda ingin belajar usaha, apakah Anda sudah siap dengan segala resiko kehilangan uang pesangon dan atau dana jamsostek apabila bisnis gagal?
1. Dapatkah Anda kehilangan 80% – 90% dari penghasilan Anda ketika usia sudah lebih dari 30 atau 40 tahun?
2. Dapatkah Anda menabung 10% – 20% dari penghasilan Anda demi menyelamatkan kemungkinan situasi no.1?
3. Jika saya dapat menunjukkan bagaimana 10% – 20% dapat melindungi 90% dari penghasilan Anda, apakah Anda tertarik?
4. Dan jika saya dapat berbagi cara bagaimana caranya mendapatkan bonus setiap tahun serta cara bagaimana caranya mempersiapkan diri untuk mandiri di kemudian hari, apakah Anda tertarik?
Jika ya, saya akan senang untuk berbagi dengan Anda bagaimana merencanakan masa depan Anda.
Amati bagaimana waktu berlalu demikian cepat, jadi jangan sia-siakan masa muda + kesehatan + pekerjaan Anda saat ini yang sedang masih baik (= kekayaan untuk diolah tepat & cerdas).
Rum (50), Nuryanto (28), Rudy (29), dan Totok (25), pedagang yang ditemui di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/1/2011), mengatakan, serbuan rawit impor ke pasar induk sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.
Menurut mereka, harga rawit merah dari Thailand yang berukuran kecil Rp 55.000 per kg, sedangkan yang lebih besar Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Para pedagang cabai yang membeli rawit dari para pedagang besar di pasar induk mencampur rawit Thailand dengan rawit merah lokal yang harganya masih Rp 90.000 per kg. Dengan demikian, harga jual rawit merah oplosan di tingkat konsumen bisa ditekan.
Rudy dan Rum mengatakan, konsumen paling menggemari rawit merah lokal. Mereka lebih baik tidak makan rawit kalau rawitnya dari jenis lain, seperti rawit hijau dan rawit putih. Itu sebabnya, sejak harga rawit merah melambung, pasar rawit dari semua jenis melemah.
Untuk membangkitkan pasar rawit, para pedagang menengah dan pengecer kemudian mencampur rawit merah lokal dengan rawit merah Thailand yang berukuran kecil.
”Itu sebabnya, rawit caplak (rawit merah Thailand) yang kecil lebih mahal harganya daripada rawit caplak yang besar. Rawit caplak yang besar tidak bisa disamar dalam rawit merah campuran, sedangkan rawit caplak yang kecil bisa,” ujar Rudy.
Pedagang pengecer, Herianto (42), mengaku menjual rawit merah campuran seharga Rp 85.000 per kg. ”Saat ini jauh lebih menguntungkan berdagang rawit merah campuran,” katanya.
Pedagang cabai di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Sumiyatun, mengatakan, rawit merah China dijual Rp 60.000 per kg, sedangkan rawit merah lokal dijual Rp 80.000 per kg.
Di Pasar Kramat Jati, rawit hijau dari Wonosobo, Jawa Tengah, dijual Rp 35.000 per kg, sementara rawit putih (rawit berwarna krem kekuningan) dijual Rp 37.000 per kg.
Masih tinggi
Di Depok, kemarin, harga rawit merah mencapai Rp 120.000 per kg. Berdasarkan pengamatan Kompas, bentuk rawit merah ini sama dengan rawit merah Thailand dan China. Saat ditanya mengenai kemungkinan ini, para pedagang menjawab tak tahu. Meski demikian, mereka memastikan bahwa rawit merah itu produksi tanaman lokal.
Harga cabai rawit merah di Depok pada tiga hari sebelumnya masih mencapai Rp 90.000 per kg. Para pedagang pengecer tidak tahu apa pemicunya sehingga harga cabai rawit merah kembali melambung.
”Saya terpaksa menjual dengan harga ini karena harga dari bandar Rp 110.000 per kg,” tutur Wiji (38), pedagang bumbu di Pasar Depok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat, Senin.
Menurut Wiji, rawit merah yang dia jual itu kualitas super sehingga harganya tinggi. Hal itulah yang membuat Wiji tak berani menjual bahan pokok tersebut dalam jumlah besar. Dalam sehari dia hanya berani menjual 1 kilogram rawit merah.
Hanya berjarak kurang dari 1 kilometer, di Pasar Kemiri Muka, Depok, Senin sore, harga cabai rawit merah Rp 100.000 per kg. Pedagang Pasar Kemiri Muka, Anis (50), yang menjual 3 kg cabai rawit merah, mengaku, cabai yang dia jual dari kemarin belum juga habis.
Anis menjual rawit yang berbeda jenis dengan pedagang lain, tetapi harganya sama dengan harga cabai rawit merah. ”Saya tidak tahu ini cabai dari mana. Saya beli di sini (Pasar Kemiri Muka) dari bandar dan saya jual di sini juga,” kata Anis.
Harga rawit merah lokal di Pasar Cengkareng masih berkisar Rp 80.000 per kg. Adapun cabai merah keriting dijual Rp 50.000 per kg, turun dari semula Rp 58.000 per kg.